Terimbas wabah corona, imbas hasil investasi dana pensiun turun

Terimbas wabah corona, imbas hasil investasi dana pensiun turun

10 Nov 2020 Selasa, Category DANA PENSIUN

Kamis, 06 Agustus 2020 / 17:56 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi corona (Covid-19) membuat kinerja investasi industri dana pensiun tertekan. Perolehan return on invesment (RoI) sektor industri ini menunjukkan tren penurunan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai Mei 2020, RoI yang didapat dapen sebesar 2,55%. Angka itu turun dari periode sama di tahun lalu yakni sebesar 3,22%.

Segmen dana pensiun pemberi kerja yang menjalankan program pensiun manfaat pasti alias DPPK-PPMP mengantongi RoI sebesar 2,75% hingga lima bulan pertama tahun ini. Turun dari Mei 2019 lalu yang sebesar 3,27%.

Kinerja investasi dari dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) juga ikutan merosot. Yakni dari 3,16% menjadi 2,23%.

Hal serupa juga terjadi dana pensiun pemberi kerja yang menjalankan program pensiun iuran pasti alias DPPK-PPIP. Dapen segmen ini mencatatkan penurunan imbal investasi dari 3,13% menjadi 2,59%.

Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Suheri Lubis menilai, hasil investasi merosot seiring penurunan aset investasi industri dapen guna mengantisipasi dampak Covid-19. Sebab, para pelaku ikut mengurangi jumlah investasi dan cenderung memilih instrumen yang prudent.

"Saya melihat teman - teman menahan diri investasi ke saham yang volatilitasnya tinggi. Mereka bergerak ke obligasi dan surat berharga negara (SBN) walaupun kupon turun sehingga dilematis," kata Suheri kepada Kontan.co.id, Kamis (6/8).

Alhasil, mayoritas dapen bermain di instrumen investasi fix income yang lebih aman dan berisiko rendah. Namun mereka diperkirakan tidak bisa kejar imbal hasil yang diinginkan ketika kondisi membaik. Misalnya, saat kupon obligasi dan nilai saham naik.

"Dapen seharusnya kosisten dengan strategi investasi jangka panjang karena liabilitas mereka juga jangka panjang. Jadi tidak perlu khawatir kondisi saat ini, situasi kemungkinan membaik," terangnya.

Direktur Utama Dapenma Pamsi Sularno mengatakan, pergerakan pasar modal sudah tidak rasional karena kepanikan wabah virus corona. Agar tidak jatuh terlalu dalam maka dana pensiun diharapkan memperhatikan manajemen risiko serta kewajiban membayar manfaat pensiun jatuh tempo.

"Sambil menunggu momentum maka sementara diparkir pada SBN dan deposito," ungkapnya.

Direktur Utama Dapen BTN Mas Guntur Dwi Sulistyanto mengatakan, pihaknya menargetkan dana kelolaan tahun ini cenderung konservatif. Yang terpenting adalah porsi dan arahan investasi yang lebih berhati-hati dalam menghadapi dinamika pasar.

“Pada 2020 kami konservatif dalam menjalankan bisnis sesuai amanah dan sebesar-besarnya untuk kepentingan pendiri dan peserta,” imbuhnya.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Khomarul Hidayat



Tentang Kami

Dana Pensiun Angkasa Pura I atau DAPENRA didirikan berdasarkan Keputusan Direksi PT. (Persero) Angkasa Pura I Nomor KEP :1156/KU.60/1998 tanggal 6 Oktober 1998 tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Angkasa Pura I dan disahkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Nomor : KEP.393/KM.17/1999 tanggal 15 Nopember 1999.
Selengkapnya

Kontak kami
Dana Pensiun Angkasa Pura I

Kota Baru Bandar Kemayoran - Jakarta Pusat

Telephone: (62-21) 65 867 867
Email: info@dapenra.co.id